Pembelajaran Hidup #7: Menghargai Batasan
Pembelajaran hidup lainnya yang saya dapatkan melalui hidup bersama anak-anak berbuluku adalah mengenai menghargai batasan. Kucing adalah hewan teritori. Mereka menandai wilayah yang mereka anggap aman untuk mereka. Kalau ada hewan lain yang memasuki teritori mereka tidak mudah bagi mereka untuk menerima makhluk baru itu. Akan ada serangkaian proses yang harus dilewati, kadang berhasil dan kadang tidak. Ada juga yang lama, tapi tidak banyak yang cepat diterima.
Kalau saya refleksikan kembali ke dalam diri sendiri, saya juga bukan orang yang mudah menerima makhluk manusia lain ke dalam lingkaran saya. Saya lebih nyaman dengan orang lama, walaupun tidak menjamin saya akan selalu berhubungan baik dengan mereka.
Saya juga bukan orang yang memaksakan diri untuk masuk ke dalam lingkaran relasi baru atau orang lain. Semakin ke sini saya belajar untuk menerima dan menghargai batasan yang dimiliki dan ditetapkan oleh orang lain sesuai dengan standar kenyamanan dan nilai yang mereka anut.
Kalau tidak cocok secara nilai hidup, jangan dipaksakan untuk bersama. Kalau tidak diajak untuk nongkrong, jangan paksa diri harus sesuai dengan nilai hidup orang lain. Mungkin memang tidak cocok saja. Mungkin memang bisanya relasi seperlunya saja.
Termasuk juga mengenai menjaga batasan sanggup dan tidak sanggup ketika dimintain tolong. Kalau tidak bisa mungkin sudah saatnya kita juga mengaku tidak bisa. Begitu juga ketika meminta tolong kepada orang lain.
Bersama dengan anak-anak berbulu ini selalu menjadi pengingat untuk selalu menjaga batasan. Misalnya, Bang Mika yang tidak suka digendong, berarti saya tidak boleh memaksanya untuk mau digendong. Atau Bang Cokelat yang tidak suka dielus lama-lama, berarti saya akan berusaha mengelus kepalanya di waktu yang dia tidak akan ngamuk. :)
Terlebih lagi menjaga dan menghargai batasan dengan diri sendiri. Mungkin sudah saatnya kita semakin jujur terhadap diri sendiri mengenai batasan yang kita berikan.
Balikpapan, February 2026
M


Komentar
Posting Komentar